Birdwatching bersama KESEMAT
Teluk Awur, Minggu, 30 November 2008
(mengamati burung di hutan mangrove Jepara)
Akhir bulan November kemarin teman-teman SBC berkunjung ke hutan mangrove Teluk Awur garapan dari teman-teman KESEMAT, Kelautan UNDIP. Beberapa hari sebelumnya SBC dapat berita bahwa hutan mangrove tersebut dihuni oleh beberapa jenis burung. Mereka menyebutnya dengan BBM (Burung-Burung Mangrove).
Hari Minggu kami mendapat undangan ke hutan Mangrove tersebut. Berangkat dari rumah untuk kumpul di basecamp KESEMAT daerah Ngesrep Barat jam 6.30. Sampai di Base camp kami, disambut oleh tuan rumah. Mas Nanto menyambut kami dengan hangat, sehangat teh yang disodorkan kepada kami.
Sambil menunggu teman-teman Mangrover KESEMAT bersiap-siap kami melakukan Pengamatan Burung di sekitar basecamp. Kebetulan disebelah basecamp ada sebidang tanah dengan banyak semak. Ada beberapa burung yang tertangkap binokular saat itu. Cinenen Pisang, Prenjak Coklat, Tekukur Biasa, Walet Sapi. Cekakak Jawa melintas dengan suara khasnya. Beberapa gerombol kuntul kecil terbang dengan anggun membentuk formasi huruf V diangkasa.
Pagi yang cerah…
Sesaat kemudian, kami harus bersiap untuk meluncur ke Teluk Awur. Tepat jam 8.00 kami bertolak meninggalkan kota Semarang menuju Jepara. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2 jam dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jalanan yang harus dilalui sangat panas dan berdebu.
Setelah 2 jam perjalanan kami tiba di kampus Kelautan dan Ilmu Perikanan Teluk Awur Jepara. Disambut oleh teman-teman Mangrover yang sudah stand by disana lebih dulu. Meskipun kami belum kenal sebelumnya tapi suasana yang tercipta cukup hangat..
SBC diwakili oleh Atmojo, Tomang, dan Kavita.
Teman-teman Mangrover KESEMAT mengajak kami berkeliling di kawasan hutan mangrove dan bercerita banyak tentang masalah-masalah yang ada. Mereka adalah Mas Aris Priyono, Isna Bahtiar, Windy Indra, Indriatmoko, Sunanto, Fahmi, Dhira. Mereka menjelaskan kepada kami karakteristik mangrove yang ada di Teluk Awur Jepara. Dan dari tim SBC memperkenalkan kegiatan Birdwatching kepada mereka.
Sepanjang perjalanan menyusuri pantai Teluk Awur menuju hutan mangrove kami melakukan birdwatching. Kebetulan saat itu kami bertemu Trinil Pantai yang sedang bermain-main di atas batu karang. Kami juga berusaha menyampaikan nilai penting burung untuk konservasi wilayah pesisir.
Sampai akhirnya kami tiba di hutan mangrove yang mereka tunjukkan. Memang benar, di situ terdapat banyak burung yang kami identifikasi sebagai burung Kowak Malam Kelabu. Ada sekitar 80 individu Kowak Malam Kelabu dari berbagai umur.
(SBC bersama teman Mangrover Kesemat)
Kami mencoba masuk kedalam hutan mangrove tersebut. Kami berharap hutan mangrove tersebut digunakan sebagai sarang.
Namun setelah berjalan menembus hutan mangrove dan harus bergelut dengan lumpur, kami tidak menemukan sarang satupun. Mangrove tersebut hanya digunakan sebagai tempat mencari makan bagi mereka.
Kurang puas karena hanya menemukan sedikit jenis burung kami melakukan pengamatan disekitar tepian hutan Mangrove. Total ada sekitar 27 jenis burung yang kami temui di kawasan mangrove Teluk Awur. Mereka adalah Trinil Pantai, Cinenen Pisang, Merbah Cerucuk, Burung Madu Sriganti, Kowak Malam Kelabu, Cinenen Kelabu, Kipasan Belang, Bondol Peking, Bondol Jawa, Burung Cabai Jawa, Tekukur Biasa, Kekep Babi, Kareo Padi, Tikusan Alis Putih, Layang-layang Batu, Layang-layang Api, Alap-alap Sapi, Dara Laut Kecil, Cuca Kutilang, Remetuk Laut, Cekakak Sungai, Cekakak Jawa, Blekok Sawah, Bentet Kelabu, Kuntul Kecil, Prenjak Coklat, Kokokan Laut. Segerombolan burung kacamata melintas dengan suaranya yang khas. Namun sayang kami tidak mampu mengidentifikasi jenisnya.
Di sekitar kampus kami menemukan jejak-jejak kotoran burung Serak Jawa. Saat kami menanyakan pada teman-teman Mangrover mereka menyatakan pernah melihat burung dengangciri-ciri yang kami sebutkan tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan penjaga malam yang ada di kampus tersebut.
Akhir pertemuan kami berdiskusi tentang gambaran masing-masing organisasi.
Hari menjelang malam, tepatnya jam 5 kami bertolak dari Teluk Awur, Jepara, meluncur menuju Semarang. Tiba di Semarang pukul 8.00 malam. Hari yang melelahkan namun cukup menyenangkan karena kami bertemu dengan kawan baru.
Leave a Reply





