Dengan Burung Membangun Semarang

August 7th, 2008

Semarang. Kota yang panas namun eksotis. Di kota ini kita bisa menjumpai banyak tempat-tempat yang istimewa. Kota ini terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya. Di daerah yang di sebut “kota lama” berpuluh-puluh bangunan tua masih kokoh dan indah berdiri.

Selain keindahan yang bisa didapatkan dari bangunan tua, di kota ini kita juga dapat menyaksikan bangunan-bangunan megah yang didirikan sebagai tempat ibadah. Ada Masjid Agung, Sam Po Kong, Vihara Watugong dan masih banyak yang lain.

Jika ada yang gemar memanjakan lidah Anda, Semarang adalah tempat yang tepat. Di sini Anda bisa menikmati gurih dan nikmatnya Loenpia. Mak Nyusss kata Pak Bondan bilang. Selain Loenpia, ada juga makanan khas dari kota Atlas yaitu Bandeng Presto. Dua nama makanan ini jangan sampai terlewatkan jika kebetulan Anda sedang mampir di kota Semarang.

Bagi Anda yang suka dengan petualangan, gemar menjelajahi alam. Di kota ini terdapat Gunung Ungaran. Gunung ini menjadi ikon Semarang bagi mereka yang gemar menikmati keindahan alam. Ada banyak keindahan yang bisa dinikmati dari Gunung ini. Di kaki-kaki gunungnya saja sudah terdapat banyak sekali tempat-tempat wisata yang menawarkan sisi keindahan dan keasrian alam. Cocok bagi mereka yang penat dan jenuh hidup di kota yang ramai, polusi, bising dan gerah.

Ada beberapa tempat yang paling terkenal di kota Semarang, diantaranya adalah Curug Lawe dan Curug Benowo, Air Terjun Semirang, Wanawisata Nglimut, Gonoharjo, Candi Gedong Songo, dan masih banyak yang lain. Jika Anda tidak ingin bersusah payah menuju ke sana ada suatu tempat yang juga menawarkan kesegaran udara diantara rindangnya pepohonan yaitu di Wanawisata Penggaron dan Hutan Dataran Rendah Eks Kebon Binatang Tinjomoyo. Dua tempat terakhir merupakan tempat wiasata yang berada tidak jauh dari tengah kota.

Tertarikkah Anda untuk mampir di kota Semarang ini?

Bagi Anda yang sudah bosan dengan semua yang telah ditawarkan oleh kota Semarang. Ada satu hal lagi yang belum Anda coba untuk menikmatinya. Yaitu menikmati kehidupan liar di kota Semarang. Terutama kelompok burung.

Kenapa burung? Burung merupakan makhluk hidup yang mudah dijumpai dan selalu hidup berdampingan dengan manusia. Bentuknya menarik, warna bulunya indah, dan suaranya yang memukau, itu yang kita tahu selama ini. Ada satu hal lagi yang enarik dari kelompok makhluk hidup besayap ini yaitu polah dan tingkahnya yang menggemaskan saat di alam liar, di habitat asli mereka. Saking dekatnya mereka dengan manusia, fungsi dan peran mereka bagi manusia juga ikut turut berevolusi. Mulai dari yang berbau mistis, adat istiadat, hobi dan kegemaran, sumber bahan pangan, hingga fungsi yang sedang trend saat ini adalah sebagai biioindikator lingkungan, penanda awal perubahan lingkungan.

Semarang Bird Community (SBC), sebuah komunitas pengamat dan pelestari burung di habitat aslinya, menyebutkan keanekaragaman jenis burung di Semarang cukup tinggi. Hingga saat ini telah tercatat setidaknya 217 jenis burung dapat dijumpai di wilayah Semarang. Angka tersebut menunjukkan bahwa 43 % jenis burung yang terdapat di pulau Jawa dapat dijumpai di wilayah Semarang. Dari 217 jenis burung tersebut 18 jenis burung diantaranya adalah burung endemik (hanya dapat dijumpai di) Jawa dan 12 jenis burung dari angka tersebut merupakan burung yang terancam punah. Dari sisi tingkat endemisitas tentunya menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu 56% burung endemik Jawa atau 9% burung endemik Indonesia dapat kita jumpai di Semarang.

Mungkin angka-angka tersebut belum menarik minat Anda untuk mencoba mengamati mereka di habitat aslinya. Tetapi yakinlah mengamati mereka di habitat aslinya, jauh lebih nikmat dan lebih mengasyikkan daripada melihat mereka terkurung dalam sebuah sangkar atau terkungkung dalam sebuah tempat yang bernama kebun binatang.

Di negara-negara maju lainnya, wisata pengamatan burung merupakan salah satu menu wisata yang ditawarkan oleh hotel-hotel bintang lima yang ada di kota tersebut. Di Indonesia ada beberapa perusahaan-perusahaan wisata pengamatan burung yang bertaraf internasional seperti BIRDQUEST, KINGBIRD TOUR, BIRDTOUR ASIA dan VICTOR EMANUEL NATURE TOURS. Dari catatan yang didapatkan pada tahun 2008 ini, empat perusahaan tersebut mengelola uang dari kegiatan wisata pengamatan burung di Indonesia lebih dari empat miliar rupiah atau lebih tepatnya 4.628.970.000,00. Angka tersebut belum termasuk penginapan untuk peserta birdtour saat berada di hotel dan belanja keperluan lainnya.

Pengamatan burung sebagai kegiatan pariwisata hingga saat ini belum menjadi primadona bagi wisatawan domestik di Semarang khususnya dan Indonesia umumnya. Sehingga jarang sekali perusahaan-perusahaan pribumi yang mengelola wisata pengamatan burung. Hingga saat ini baru tercatat ada 4 pengelola wisata pengamatan burung yang dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, diantaranya adalah Papua Bird Club di Papua, Raptor Conservation Society di Gunung Halimun Bogor, BICONS di Bandung dan Jogja Bird Tour di Yogyakarta.

Untuk Semarang sendiri, belum ada perusahaan atau LSM atau organisasi konservasi lingkungan hidup yang menawarkan pengamatan burung sebagai menu wisata. SBC hingga saat ini sedang merintis program pengamatan burung sebagai menu wisata di wilayah Semarang. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan keanekaragaman jenis burung di Semarang, serta menumbuh-kembangkan upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup melalui burung. Untuk saat ini SBC telah memiliki beberapa menu wisata yang bisa ditawarkan Menyaksikan Fenomena Migrasi Burung Pemangsa dan Birdwatching di beberapa daerah penting burung namun keduanya belum terkemas dalam suatu paket wisata.

Selain sebagai ekoeduwisata, secara ekologis burung memiliki beberapa fungsi yang potensial. Beberapa di antaranya adalah sebagai pengendali hama tanaman pertanian, sebagai pemencar biji dan membantu proses penyerbukan tanaman buah, serta sebagai bioindikator perubahan lingkungan.

Secara estetika, burung juga menambah rasa rindu rumah. Di rumah akan terasa menyenangkan, jika ada suara-suara merdu dari mereka. Pagi hari akan lebih mengesankan jika ada polah tingkah yang lucu dari mereka serta suara merdu yang selalu mereka lantunkan ke telinga kita. Coba Anda memejamkan mata sejenak untuk membayangkan indahnya pagi hari di sekitar rumah Anda, dengan hadirnya burung-burung merdu dan lucu ini.

Dari beberapa papan iklan yang menawarkan sebuah hunian, sebagian besar menghadirkan sosok makhluk bersayap ini untuk menarik peminat. Karena burung di anggap sebagai ikon dari sebuah keasrian dan kenyamanan komplek hunian yang ditawarkan.

Suatu komplek hunian tetntunya tidak berbeda jauh dengan suatu kota. Kota yang memiliki beranekaragam jenis burung akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi mereka yang berkunjung di kota tersebut. Sebagai contoh adalah kota Jakarta. Kota megapolitan ini sedang berbenah diri untuk menjauhkan kesan Jakarta yang panas, semrawut dan hiruk pikuk, dengan membangun suatu tempat yang asri. Kawasan MONAS (Monumen Nasional) misalnya. Di tempat tersebut, Pemerintah Kota melepaskan beberapa burung kicauan dan menanam tanaman-tanaman yang disukai oleh burung untuk menghadirkan keasrian di tempat tersebut.

Bagaimana dengan Semarang?

SBC dalam beberapa tahun ke depan memiliki program untuk membangun citra Semarang melalui burung di habitat aslinya. Hingga saat ini SBC terus melakukan inventarisasi kenaekaragaman jenis burung Semarang, melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap habitat asli burung, dan mencoba untuk menghadirkan burung di sekitar rumah kita.

(posted by Dwi Putranto in ‘Dengan Burung Membangun Semarang’, August 7th, 2008)


3 Responses to “Dengan Burung Membangun Semarang”

  1. kav on November 12, 2008 10:00

    swemangadh

  2. Steve on March 30, 2009 10:45

    Hi,
    I am a birder from Australia and I have visited Semarang many times to see friends.

    I have just found your website and would like to keep in contact with you so when I come to Semarang next time maybe you could show me some good birding places there.

    I have travelled to Bandungan also but not seen many birds. It would be good to have some local people who know the birds to show me.

    Thanks and looking forward to your reply.

    Steve

  3. maya on July 25, 2009 22:58

    aku tdk begitu mengenal semarang, meski itu adalah kota kelahiran ibuku. yang ku tahu hanya cuacanya yang panas dan airnya yg asin. tapi…. membaca artikel diatas, ternyata semarang menyimpan banyak potensi juga. kapan2 aku kesana…..

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

    Events Calendar
    March 2010
    MonTueWedThuFriSatSun
      
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31  
    Bird Friend
    Environment Network
    Online

professional web hosting