Di kota-kota besar, dimana pertumbuhan penduduk dan pembangunan begitu cepat akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Salah satunya adalah hilangya ruang terbuka hijau sebagai habitat burung. Pemukiman di wilayah perkotaan tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk tumbuhnya tanaman-tanaman di wilayah ini. Jangankan tumbuh-tumbuhan seperti semak, ilalang atau rerumputan sebagai material sarang, tanaman-tanaman seperti pohon sebagai sumber pakan dan tempat bermain burung pun sangat jarang.
Satu-satunya ruang terbuka hijau yang masih mungkin akan tersisa di daerah perkotaan adalah area makam (cemetary). Bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau nantinya di saat daerah perkotaan tidak mampu lagi memelihara ruang terbuka hijau, maka burung-burung tersebut akan memanfaatkan area makam sebagai habitat barunya. Continue reading »
Filed under Umum | Comment (0)
Juli 5th, 2008
Terlepas dari uniknya Jawa dari sudut pandang antropogenik, Jawa menyimpan keunikan lain yaitu berupa kekayaan keanekaragaman hayati. Memang, meskipun luas wilayah Pulau Jawa tidak terlalu besar, serta tingkat kerusakan habitat yang cukup besar akibat perubahan tata guna lahan sejak dahulu kala, namun masih ada “sisa” keanekaragaman hayati yang bernilai. Beberapa jenis diantaranya merupakan jenis endemik, yang artinya hanya dapat dijumpai di Jawa saja dan tidak ada di daerah lain.
Di Pulau Jawa tercatat memiliki 6.534 jenis flora yang termasuk dalam 580 marga. Dari sekian banyak jenis flora tersebut, telah diketahui kekayaan jenis Paku-pakuan sebanyak 519 jenis, gymnosperm 29 jenis, monokotil 1924 jenis, dan dikotil 4062 jenis. Banyaknya catatan jenis-jenis flora ini tidaklah mengherankan, karena Jawa merupakan lokasi yang paling diketahui mengenai botaninya di Asia Tenggara.
Seringkali pula disebutkan bahwa Jawa hanya memiliki sedikit spesies endemik. Namun demikian tercatat tidak kurang 325 flora endemik. Dari 731 jenis anggrek yang ada di Jawa, terdapat 217 anggrek endemik. Dapat disebutkan beberapa contoh flora endemik yang ada di Jawa: Vanda tricolor (Anggrek), Nastus elegantissimus, Bambusa cornuta (Bambu), Zingiber odoriferum (Empon-empon), Pinanga javanica (Palem) Calamus melanomola (Rotan), Anaphalis javanica (Edelweiss), Pisonia grandis (Wijaya Kusuma). Continue reading »
Filed under Umum | Comment (0)