Penggaron Birding Trip

February 17th, 2009

Penggaron, 27 Januari 2009

Sebulan sebelumnya kami mendapatkan kabar dari salah seorang rekan sesama pengamat burung asal Yogyakarta. Namanya Mas Wawan dari KIBC Yogyakarta. Beliau mendaulat kami untuk mendampingi beberapa wisatawan yang ingin melakukan birdtour di Semarang. Tiga wisatawan tersebut adalah Mr Ian Frasen asal Australia, Mr. Nakamura dan Mrs. Tatsumoko yang keduanya berasal dari Jepang.

Mr. Ian Frasen kebetulan ada seminar di Semarang dan mengajak rekan Mrs. Tatsumoko dan seorang rekan Mrs. Tatsumoko yaitu Mr. Nakamura untuk birdwatching. Kami diminta menentukan lokasi yang paling bagus untuk melakukan pengamatan.

Wanawisata Penggaron kami tunjuk sebagai lokasi pengamatan yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.

Kami berangkat dari basecamp sekitar pukul 04.30, dan bertemu dengan wisatawan tersebut pukul 05.00 di pintu masuk Wanawisata Penggaron. Setelah sejenak bercakap-cakap dan melakukan perkenalan kami meluncur ke titik pengamatan yaitu bumi perkemahan (BumPer). Biasanya di titik tersebut kami menemukan Kadalan Birah dan Kadalan Kembang. Saat kami menuju titik pengamatan kami dihadang 2 ekor Paok Pancawarna yang sedang bermain-main di tengah jalan, namun sayang berhubung ketiga wisatawan tersebut menggunakan mobil sehingga tidak melihat keberadaan sepasang burung tersebut.

Sesampai di bumper kami segera mempersiapkan peralatan, dan segera meluncur ke daerah terbuka sekitar lapangan golf. Di titik pengamatan yang kedua kami berharap berjumpa dengan Merak Hijau. Biasanya kalau sehari sebelumnya hujan, burung ini sering berjemur di sekitar padang ilalang untuk mengeringkan bulu-bulunya. Namun sayang burung nun cantik ini enggan menunjukkan keindahannya. Kadalan Birah dan Kadalan Kembang yang biasa bermain di pohon-pohon sekitar bumper juga enggan menunjukkan paras cantiknya.

Di udara melintas burung Elang Ular Bido dengan teriakan khasnya, lalu bertengger di salah satu pohon besar. Selain itu juga kami berjumpa dengan Tiong Lampu, Sikep Madu Asia, Cekakak Jawa, Srigunting Hitam, Tekukur Biasa, Walet Linchi, Sepah Kecil, Bondol Peking, Bubut Alang-alang, Delimukan Jamrud, Prenjak Coklat, Falco sp., Layang-layang Api, Cipoh Kacat, Kehicap Ranting, Cekakak Sungai, Tangkar Centrong dan Cuca Kutilang. Dari kejauhan juga terdengar suara Ayam Hutan Hijau.

Setelah cukup puas mengamati burung di padang ilalang kami kembali ke bumper. Di sana kami bertemu dengan seekor Elang yang meluncur rendah diantara pohon pinus. Karena tak terduga dan begitu cepa melesat kami tidak mampu mengidentifikasinya. Kemungkinan besar adalah Elang Hitam atau Elang Ular Bido. Di atas pohon pinus melintas seekor Elang-alap Cina dengan warna bagian bawah sayapnya yang khas, putih dengan warna hitam di bagian ujungnya.

Merasa cukup pengamatan kali ini kami sekedar memberi informasi tentang burung-burung dan lokasi pengamatan yang ada di Semarang serta profil komunitas kami. Saat terakhir perjumpaan kami dengan Mr Ian dan rekan, beliau menyatakan cukup puas dengan lokasi pengamatannya. “Lokasinya sangat dekat dengan kota, mudah dijangkau, burung-burung raptornya cukup banyak untuk ukuran hutan kota”, beliau berpendapat. Kami senang karena pengalaman pertama kami mendampingi Birdtour mendapatkan respon positif dari mereka.

Did you like this? Share it:

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind