Uniknya Jawa
Terlepas dari uniknya Jawa dari sudut pandang antropogenik, Jawa menyimpan keunikan lain yaitu berupa kekayaan keanekaragaman hayati. Memang, meskipun luas wilayah Pulau Jawa tidak terlalu besar, serta tingkat kerusakan habitat yang cukup besar akibat perubahan tata guna lahan sejak dahulu kala, namun masih ada “sisa” keanekaragaman hayati yang bernilai. Beberapa jenis diantaranya merupakan jenis endemik, yang artinya hanya dapat dijumpai di Jawa saja dan tidak ada di daerah lain.
Di Pulau Jawa tercatat memiliki 6.534 jenis flora yang termasuk dalam 580 marga. Dari sekian banyak jenis flora tersebut, telah diketahui kekayaan jenis Paku-pakuan sebanyak 519 jenis, gymnosperm 29 jenis, monokotil 1924 jenis, dan dikotil 4062 jenis. Banyaknya catatan jenis-jenis flora ini tidaklah mengherankan, karena Jawa merupakan lokasi yang paling diketahui mengenai botaninya di Asia Tenggara.
Seringkali pula disebutkan bahwa Jawa hanya memiliki sedikit spesies endemik. Namun demikian tercatat tidak kurang 325 flora endemik. Dari 731 jenis anggrek yang ada di Jawa, terdapat 217 anggrek endemik. Dapat disebutkan beberapa contoh flora endemik yang ada di Jawa: Vanda tricolor (Anggrek), Nastus elegantissimus, Bambusa cornuta (Bambu), Zingiber odoriferum (Empon-empon), Pinanga javanica (Palem) Calamus melanomola (Rotan), Anaphalis javanica (Edelweiss), Pisonia grandis (Wijaya Kusuma).
Kekayaan fauna di Pulau Jawa juga tidak kalah uniknya. Paling tidak ada sekitar 137 jenis mamalia, yang terdiri dari 18 jenis tikus, 68 jenis kelelawar, serta 18 jenis paus dan 10 jenis lumba-lumba di perairan sekitarnya. Dari 137 jenis itu, 22 jenis diantaranya merupakan jenis endemik atau sekitar 16% dari total jenis di Indonesia.
Beberapa jenis mamalia endemik diantaranya: Lutung jawa (Semnophitecus auratus), Surili (Prebystis comata), Owa (Hylobates moloch), Rusa Jawa (Cervus timorensis) dan Rusa Bawean (Axis kuhli).
Di Jawa juga pernah atau tercatat beberapa jenis mamalia spektakuler, misalnya Pteropus vampyrus yang merupakan kelelawar terbesar di dunia. Kemudian Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang legendaris, serta Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Untuk kelompok burung, Indonesia memiliki 1538 jenis, dengan 381 jenis diantaranya merupakan endemik. Jawa dihuni oleh hampir sepertiga kekayaan avifauna Indonesia, yaitu 430 jenis, dimana 340 diantaranya penetap dan 20 jenis endemik.
1. Spizaetus bartelsi : Elang Jawa
2. Charadrius javanicus : Cerek Jawa
3. Centropus nigrorufus : Bubut Jawa
4. Otus angelinae : Celepuk Jawa
5. Collocalia vulcanorum : Walet gunung
6. Harpactes reinwardtii : Luntur gunung
7. Megalaima corvina : Takur bututut
8. Cochoa azurea : Ciung-mungkal Jawa
9. Stachyris grammiceps : Tepus dada-putih
10. Stachyris thoracica : Tepus leher-putih
11. Garrulax rufifrons : Poksai kuda
12. Alcippe pyrrhoptera : Wergan Jawa
13. Crocias albonotatus : Burung matahari
14. Tesia superciliaris : Tesia Jawa
15. Rhipidura phoenicura : Kipasan ekor-merah
16. Rhipidura euryura : Kipasan bukit
17. Psaltria exilis : Cerecet Jawa
18. Aethopyga eximia : Burung-madu gunung
19. Aethopyga mystacalis : Burung-madu Jawa
Kelompok Jumlah jenis Jumlah endemik
Burung (Aves) 430 19
Ikan (Pisces) 132 10
Mamalia 137 22
Tikus (Rodentia) 18 7
Ular 84
Kadal 42
Penyu tawar 8
Reptilia 120 6
Amphibia 36 11
Kupu-kupu (Lepidopetra) 629 46
Ngengat >100 >6
Trichoptera 96 48
Kumbang (Coleoptera) 502 209
Aradidae 31 7
Cocopet (Dermaptera) 118 29
Belalang (Orthopetra) 50 20
Phasmida 125 71
Capung (Odonata) 150 26
Collembola 73 41
Laba-Kala 10 -
Kepiting Tawar 11 8
Moluska 286 65
Anggrek 731 217
Paku-pakuan 519
Gymnosperm 29
Monokotil 1924
Dikotil 4062
Total flora 4598 325
Hal yang menjadi ironi, dari sekian banyak kekayaan keanekaragaman hayati di Jawa, hanya beberapa atau masih sedikit yang menjadi perhatian. Jenis-jenis istimiewa atau spektakuler saja yang bernasib baik. Cukup banyak manusia dan lembaga yang memperhatikan, meneliti, dan mencari dana demi kelangsungan hidupnya. Badak Jawa, Harimau Jawa, Elang Jawa adalah beberapa contoh diantaranya. Namun bagaimana jenis lain yang tidak seberuntung mereka? Apakah ada yang peduli atau bahkan sekedar mengenal jenis lain yang “tidak istimewa”, meskipun sebenarnya juga “istimewa” karena keberadaannya hanya ada di Jawa.
Sebut saja misal, apakah ada yang kenal, peduli dan perhatian dengan Philautus jacobsoni atau Katak Pohon Ungaran? Sejenis katak yang tidak hanya endemik di Jawa, namun bahkan hanya dapat di jumpai di Gunung Ungaran! Sedemikian langka dan sedikit pengetahuan kita tentangnya, belum ada foto dan spesimen yang dikoleksi museum, hanya catatan deskripsi semata.
Sampai saat ini Jawa masih unik. Namun sampai kapan Jawa masih terus memiliki segala keunikannya, jawabnya terletak pada manusia yang tinggal di dalamnya pula.
(posted by karyadi baskoro in “Uniknya Jawa”, July 5th 2008)
Filed under Umum | Comment (0)Leave a Reply