Pelatihan Bloging dan Jurnalistik Dasar SBC
(pelatihan pembuatan blog di Basecamp SBC)
Cerita dari keluarga Burung Madu Sriganti Nectarina jugularis dari sarang di salah satu pohon Asem Kranji di sudut Gedung Biologi UNDIP.
Semarang, 25 Mei 2008. Saat saya mencari makan buat anak-anak, saya melihat segerombolan mahasiswa-mahasiswi berkumpul di salah satu ruangan di gedung Laboratorium Biologi UNDIP. Dari baju dan jaket yang mereka kenakan kelihatannya mereka adalah mahasiswa-mahasiswi dari PELATUK UNNES, GREEN COMMUNITY UNNES DAN HALIASTER UNDIP. Mereka menghadiri suatu pertemuan yang digagas oleh Semarang Bird Community (SBC). Pertemuan ini bertujuan ingin memperkenalkan kepada kawan-kawan yang baru bergabung ke dalam masing-masing organisasi tersebut mengenai SBC.
Pertemuan dipimpin oleh koordinator umum SBC Bapak Karyadi Baskoro, yang selanjutnya memaparkan mengenai sejarah berdirinya SBC yang dulu bernama KOPASUS (Komunitas Pengamat Burung Suka-Suka Semarang). Kemudian visi dan misi SBC serta tujuan dan program-program SBC dalam kurun 1 semester ke depan di tahun 2008.
Dari balik jendela saya melihat antusiasme yang luar biasa dari mahasiswa-mahasiswi UNNES dan UNDIP tersebut. Dari pemaparan yang diberikan oleh sang koordinator, ditanggapi dengan antusias, serius namun dalam kondisi yang begitu santai. Beberapa dari mereka ada yang mengusulkan bahwa SBC seharusnya tidak hanya berkutat dengan pengamatan burung saja, seperti dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya, namun lebih memberikan efek positif terhadap pencegahan perusakan dan peningkatan pelestarian lingkungan hidup. Pendapat tersebut disetujui oleh sebagian besar peserta pertemuan namun ada sebagian yang tetap bersikukuh bahwa burung merupakan roh dari pendirian komunitas ini sebelumnya. Perbedaan pendapat tersebut kemudian ditengahi dengan menggabungkan keduanya, disepakati bahwa SBC memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Semarang terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui media burung di alam.
Beberapa program-program dalam 1 semester kedepan di tahun 2008 kemudian dirumuskan. Sebagai program utama dari komunitas ini adalah mengefektifkan komunikasi antar anggota dalam lingkup Community Building, memperluas jaringan pengamat burung, pelestari burung dan pelestari lingkungan hidup di wilayah Semarang, serta memperkuat jaringan pengamat, pelestari burung dan pelestari lingkungan hidup di Indonesia. Dari ketiga program kegiatan tersebut kemudian melahirkan suatu kebutuhan akan adanya suatu media yang efektif, tidak terpengaruh jarak dan waktu dan dapat memberikan informasi menyeluruh kepada anggota SBC nantinya. Media yang dirasa paling efektif saat itu adalah media BLOG.
Media blog ini diharapkan nantinya akan meningkatkan komunikasi antar anggota, menarik minat dari komunitas-komunitas atau pribadi atas nama perorangan di wilayah Semarang yang ingin ikut bergabung dengan SBC, serta mempermudah komunikasi jaringan pengamat burung se Indonesia.
Selain untuk meningkatkan kemampuan blogging anggotanya, SBC juga membuka kesempatan kepada anggotanya untuk berkontribusi aktif dengan menulis artikel ilmiah, kampanye tertulis, serta mengupas tuntas permasalahan lingkungan hidup yang terkait dengan burung yang ada di wilayah Semarang atau bahkan hanya sekedar laporan kegiatan. Menurut Bapak Karyadi Baskoro hal tersebut dilakukan sebagai sarana agar anggota (SBC) semakin merasa memiliki. Selain itu juga diharapkan akan lahir-lahir ide-ide mengenai pelestarian lingkungan hidup, burung dan habitatnya yang sangat sederhana namun lebih aplikatif dan lebih efektif daripada ide-ide cemerlang dari orang-orang cerdas yang duduk di pemerintahan.
Kebetulan pada saat itu juga dihadiri oleh Mbak Edo, Elishabet Widyowati yang kebetulan telah lama berkecimpung dalam dunia pers, serta Pak Ignatius “Ige” Kristianto salah seorang direktur Yayasan Kutilang Indonesia yang sering menulis mengenai lingkungan hidup di berbagai harian di Jawa Tengah dan DIY. Kedua orang tersebut kemudian diminta secara mendadak untuk menguraikan pengalamannya mengenai tips dan trik mudah menulis yang baik dalam suatu media informasi. Kedua narasumber dadakan itu pun kemudian menunjukkan kelasnya sebagai penulis yang berpengalaman meskipun tanpa persiapan. Dalam obrolan mengenai jurnalistik dasar itu dimoderatori oleh salah seorang dosen dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang juga kebetulan mantan redaktur majalah ilmiah kampus dengan cara yang jenaka. Sehingga pelatihan blogging dan jurnalistik dasar tersebut menjadi lebih menarik dan sangat berkesan.
Di akhir kegiatan setiap peserta diberikan pelatihan langsung bagaimana menulis dan membuat blog dan dibantu oleh rekan-rekan yang sudah menjadi anggota SBC dengan gaya yang unik dan menyenangkan.
Berita baik tersebut kemudian aku sampaikan kepada teman-teman burungku yang lain Cabai Jawa, Kutilang dan Bondol Peking, yang juga turut bahagia mendengar berita tersebut. Ternyata tidak semua manusia ingin menang sendiri, masih banyak manusia-manuisa yang bersahabat dengan burung dan menyelamatkan burung di alam.
(posted by tomang in “Pelatihan Bloging dan Jurnalistik Dasar SBC”, July 5th 2008)
Filed under Aktivitas | Comment (0)Leave a Reply
