Sekilas

Mei 20th, 2008

Berawal dari suatu diskusi kecil anggota P.A Haliaster Biologi Undip di akhir Desember 2005, yang ingin mewujudkan adanya suatu wadah bagi para pengamat burung. Wadah yang tidak hanya diisi oleh kalangan internal, namun juga mahasiswa dari universitas lain, bahkan dari masyarakat umum.
Suatu komunitas yang bersifat cair, tidak terlalu mengikat anggotanya, dan tidak terlalu formal. Siapa yang saja yang suka dengan aktivitas pengamatan burung dapat ikut bergabung. Diberikanlah nama Komunitas Pengamat Burung Suka-suka (Kopasus) Semarang.

Hobi birdwatching sendiri telah menjadi fenomena baru di kalangan konservasionis lingkungan hidup. Hobi ini cukup mudah, murah meriah, dan untuk semua kalangan. Hal yang paling spesial dari hobi ini adalah mampu menggabungkan antara olah raga, olah jiwa, olah seni, dan olah pikir (ilmiah)

Dalam perkembangan selanjutnya komunitas ini kemudian berubah menjadi Semarang Bird Community (SBC). Maksud dari pengembangan ini adalah untuk mewadahi aktivitas yang lebih luas. Tidak hanya wadah untuk pengamatan burung (birdwatching), namun juga dalam bidang konservasi lingkungan hidup dengan media burung di alam.

SBC dalam hal ini ingin berperan dalam mengkoordinasikan pergerakan dari berbagai kelompok pengamat burung dan pelestari lingkungan yang ada di wilayah Semarang dan sekitarnya. Dari pergerakan yang lebih sinergis antar para kelompok tersebut akan dapat dihasilkan suatu profil lingkungan wilayah Semarang. Profil lingkungan wilayah tersebut nantinya dapat digunakan sebagai rujukan pembangunan berbasis konservasi di wilayah Semarang.


Trackback URI | Comments are closed.

    Kalender Kegiatan
    Maret 2010
    SenSelRabKamJumSabMin
      
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30 31  
    Sahabat Burung
    Jaringan Lingkungan
    Online

professional web hosting