Mengais Kearifan Manusia untuk Burung di Alam

April 30th, 2009

surveyhobiSemarang, 12 April 2009.

BirdLife Indonesia (Burung Indonesia), Oxford University dan AC Nielsen baru-baru ini melakukan studi tentang Hobi Pemeliharaan Burung Kicauan di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan solusi yang terbaik antara hobi pemeliharaan burung dan konservasi burung di alam.

Seperti kita tahu burung telah menjadi sahabat manusia sejak dulu. Fungsi dan peran burung bagi manusia turut berevolusi bersama dengan laju modernisasi manusia. Ada banyak manfaat burung bagi manusia beberapa di antaranya adalah sebagai sumber makanan, sebagai materi spiritual, materi adat istiadat, dan sebagai hewan peliharaan.

Fungsi burung sebagai hewan peliharaan telah berlangsung puluhan tahun yang lalu. Bagi masyarakat Jawa. Burung merupakan salah satu obyek pelengkap kesempurnaan hidup. Dalam falsafah Jawa, burung merupakan salah satu unsur harmoni dan simbol kemapanan. Burung (kukilo), adalah kelengkapan hidup selain curigo (keris), turonggo (kuda,) wismo (rumah), dan wanito (istri). (www.kompas.co.id)

Hobi memelihara burung telah mengakar dan sangat sulit untuk dihalangi. Dilihat dari sudut pandang ekonomi, perputaran uang dari hobi pemeliharaan burung kicauan juga sangat besar. Mulai dari sangkar, pakan, perlengkapan sangkar, vitamin dan biaya kesehatan, joki lomba, pengasuh hingga orang yang berperan sebagai biro jodoh burung peliharaan tersebut.

Di sisi lain, semakin tinggi permintaan pasar terhadap burung kicauan mengakibatkan terjadinya penurunan populasi burung tersebut di alam. Bahkan ada beberapa jenis burung yang kini sudah hampir tidak dapat ditemui lagi di alam seperti Cucak Rowo (Pycnonotus zeylanicus). Beberapa jenis lain seperti Anis Merah (Zoothera citrina), Anis Kembang (Zoothera interpres), Murai Batu/Kucica Hutan (Copsychus malabaricus) sudah sangat sulit dijumpai di habitat aslinya.

Untuk mendapatkan solusi dari kedua kepentingan ini (kepentingan hobi dan konservasi) maka perlu dilakukan penelitian lebih jauh tentang aspek-aspek terkait dengan hobi pemeliharaan burung kicauan.

SBC sebenarnya bukan kali pertama mendapatkan kepercayaan untuk melakukan survey seperti ini. Di tahun 2006, SBC mendapatkan kepercayaan dari BirdLife Indonesia untuk melakukan survey hobi pemeliharaan burung kicauan untuk skala rumah tangga. Saat ini SBC mendapatkan kepercayaan serupa untuk melakukan survey pada Lomba Kicau Burung “Gebyar Semarang” di GOR Jatidiri Semarang.

Dari survey tersebut juga diharapkan para penghobi burung kicauan dapat merubah pola pikir dan pola perilakunya untuk hanya memelihara burung kicauan yang berasal dari penangkaran. Burung yang berasal dari penangkaran memiliki sertifikat dan memiliki cincin (ring) sebagai tanda.

Dengan perubahan perilaku penghobi burung kicauan tersebut maka hobi memelihara burung kicauan dapat terus berlanjut namun tanpa mengganggu populasi burung di habitat aslinya.


Comments are closed.

    Kalender Kegiatan
    September 2010
    SenSelRabKamJumSabMin
      
     1 2 3 4 5
    6 7 8 9 10 11 12
    13 14 15 16 17 18 19
    20 21 22 23 24 25 26
    27 28 29 30  
    Sahabat Burung
    Jaringan Lingkungan
    Online

professional web hosting