Di kota-kota besar, dimana pertumbuhan penduduk dan pembangunan begitu cepat akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Salah satunya adalah hilangya ruang terbuka hijau sebagai habitat burung. Pemukiman di wilayah perkotaan tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk tumbuhnya tanaman-tanaman di wilayah ini. Jangankan tumbuh-tumbuhan seperti semak, ilalang atau rerumputan sebagai material sarang, tanaman-tanaman seperti pohon sebagai sumber pakan dan tempat bermain burung pun sangat jarang.
Satu-satunya ruang terbuka hijau yang masih mungkin akan tersisa di daerah perkotaan adalah area makam (cemetary). Bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau nantinya di saat daerah perkotaan tidak mampu lagi memelihara ruang terbuka hijau, maka burung-burung tersebut akan memanfaatkan area makam sebagai habitat barunya. Continue reading »
Filed under Umum | Comment (0)
Juli 5th, 2008
Tepat jam 21.00 WIB, hari Jumat tanggal 23 Mei 2008 Presiden SBY mengumumkan kenaikan harga BBM. Hal tersebut terjadi berkaitan dengan melonjaknya harga minyak dunia. Hal tersebut tentunya menjadi berita buruk bagi kami karena keesokan harinya Sabtu 24 Mei kami berencana melakukan pengamatan burung di Gedong Songo. Jumat malam saya berusaha antri di SPBU terdekat ternyata antrian sudah panjang sekali. Karena antriannya terlalu panjang saya jadi malas untuk mengantri.
Keesokan paginya terpaksa saya harus membeli premium dengan harga baru 6000/liter. Yah antara terpaksa dan tidak terpaksa. Tapi beruntung saat itu ada teman-teman kami dari Biologi UNDIP yang sedang akan melakukan praktikum lapangan di Gedong Songo, kebetulan juga beberapa diantaranya kami kenal. Dengan sedikit merayu, bermanis-manis bibir dan bertampang memelas akhirnya kami dipersilahkan ikut kedalam rombongan. Sepeda motor saya titipkan di salah satu kos anggota rombongan yang terdekat. Continue reading »
Filed under Kegiatan | Comment (0)
Juli 5th, 2008

Cerita dari keluarga Burung Madu Sriganti Nectarina jugularis dari sarang di salah satu pohon Asem Kranji di sudut Gedung Biologi UNDIP.
Semarang, 25 Mei 2008. Saat saya mencari makan buat anak-anak, saya melihat segerombolan mahasiswa-mahasiswi berkumpul di salah satu ruangan di gedung Laboratorium Biologi UNDIP. Dari baju dan jaket yang mereka kenakan kelihatannya mereka adalah mahasiswa-mahasiswi dari PELATUK UNNES, GREEN COMMUNITY UNNES DAN HALIASTER UNDIP. Mereka menghadiri suatu pertemuan yang digagas oleh Semarang Bird Community (SBC). Pertemuan ini bertujuan ingin memperkenalkan kepada kawan-kawan yang baru bergabung ke dalam masing-masing organisasi tersebut mengenai SBC.
Pertemuan dipimpin oleh koordinator umum SBC Bapak Karyadi Baskoro, yang selanjutnya memaparkan mengenai sejarah berdirinya SBC yang dulu bernama KOPASUS (Komunitas Pengamat Burung Suka-Suka Semarang). Kemudian visi dan misi SBC serta tujuan dan program-program SBC dalam kurun 1 semester ke depan di tahun 2008. Continue reading »
Filed under Kegiatan | Comment (0)
Juli 5th, 2008
Terlepas dari uniknya Jawa dari sudut pandang antropogenik, Jawa menyimpan keunikan lain yaitu berupa kekayaan keanekaragaman hayati. Memang, meskipun luas wilayah Pulau Jawa tidak terlalu besar, serta tingkat kerusakan habitat yang cukup besar akibat perubahan tata guna lahan sejak dahulu kala, namun masih ada “sisa” keanekaragaman hayati yang bernilai. Beberapa jenis diantaranya merupakan jenis endemik, yang artinya hanya dapat dijumpai di Jawa saja dan tidak ada di daerah lain.
Di Pulau Jawa tercatat memiliki 6.534 jenis flora yang termasuk dalam 580 marga. Dari sekian banyak jenis flora tersebut, telah diketahui kekayaan jenis Paku-pakuan sebanyak 519 jenis, gymnosperm 29 jenis, monokotil 1924 jenis, dan dikotil 4062 jenis. Banyaknya catatan jenis-jenis flora ini tidaklah mengherankan, karena Jawa merupakan lokasi yang paling diketahui mengenai botaninya di Asia Tenggara.
Seringkali pula disebutkan bahwa Jawa hanya memiliki sedikit spesies endemik. Namun demikian tercatat tidak kurang 325 flora endemik. Dari 731 jenis anggrek yang ada di Jawa, terdapat 217 anggrek endemik. Dapat disebutkan beberapa contoh flora endemik yang ada di Jawa: Vanda tricolor (Anggrek), Nastus elegantissimus, Bambusa cornuta (Bambu), Zingiber odoriferum (Empon-empon), Pinanga javanica (Palem) Calamus melanomola (Rotan), Anaphalis javanica (Edelweiss), Pisonia grandis (Wijaya Kusuma). Continue reading »
Filed under Umum | Comment (0)