Dosa Para Ornitholog

Juli 5th, 2008

Maaf bukan bermaksud provokasi, dengan judul di atas. Cuma sekedar mengajak merenung bagi kita yang mengaku sebagai ornitholog (pengamat, pelestari, dan sahabat burung)

Banyak dari ornitholog (maaf) oknum-oknum ornitholog yang lebih memilih untuk meneliti kelompok elang, burung eksotis dan atau burung-burung yang terancam punah. Alasannya mungkin masalah prestise, selain itu juga penelitian-penelitian terhadap 3 kategori burung itu menyediakan ‘lahan basah’ bagi mereka. Tetapi hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak lazim jika burung yang biasa-biasa saja juga tidak mereka sentuh.

Mungkin mereka terlena dengan nama besar ketiga kelompok burung di atas. Tapi ingat bahwa burung-burung biasa juga berperan besar bagi lingkungan sekitar dan bukannya tidak mungkin adanya suatu asosiasi antar burung-burung tersebut.

Kadang juga kita sebagai pengamat dan ornitholog terlalu asyik untuk mengamati burung di daerah yang telah menjadi hot spot bagi pengamatan burung, namun tidak sadar kalau lingkungan sekitar kita sendiri telah berubah menjadi tidak ramah terhadap burung.

Sebagai bukti, ada beberapa spesies burung yang saat ini sudah jarang kita temui lagi di sekitar kita. Manyar dan Gelatik Jawa adalah dua spesies yang mulai terancam punah karena ketidakpedulian kita terhadap burung-burung yang ada di sekitar kita. Coba anda bayangkan 2 jenis burung yang dahulu dianggap hama bagi para petani menjadi langka di alam.

Seharusnya kita sadari bersama-sama untuk menjadi seorang ornitholog dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Alasannya sederhana mengamati burung di sekitar rumah/kos kita, jauh lebih menarik dan jauh lebih murah. Selain itu juga banyaknya burung di lingkungan sekitar kita tentu membuat nafsu berkarya lebih menggelora. Mengapa kita harus jauh-jauh untuk melihat mereka, kalau di sekitar rumah hal tersebut bisa kita lakukan.

Sebenarnya sangat simple. Kita bisa memulai dengan menjaga habitat burung yang ada di lingkungan sekitar kita. Menjaga tanaman-tanaman yang mampu menjadi sumber pakan, tempat bermain dan bersarang bagi mereka. Ada beberapa tanaman yang bisa ditanam di sekitar rumah untuk mereka. Beberapa di antaranya adalah Kersen, Kelapa, Langsat/duku, Wuni, Soka, Kembang Sepatu, Kaliandra, Kunir, Turi, Kenanga, Dadap dan Beringin. Tanaman-tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman pemanggil burung.

Namun bukan itu saja ada beberapa tanaman yang harus kita jaga karena sangat dibutuhkan oleh kelompok burung untuk membuat sarang. Kelompok rumput, semak, ilalang dan randu di sekitar lingkungan kita juga jangan sampai hilang. Untuk menjaga eksistensi ilalang, semak dan rumput bukannya sesuatu hal yang mudah, karena manusia memiliki kecenderungan mengeliminasi tumbuhan-tumbuhan tersebut karena alasan estetika.

Sebagai ornitholog yang mengerti akan peran burung dan habitatnya untuk kepentingan manusia, seharusnya kita menjaga dan memberikan pemahamam kepada masyarakat mengenai hal tersebut. Bukannya asyik/sibuk dengan pengamatan di tempat lain atau hanya mengurusi kelompok burung tertentu saja. Hal tersebut akan menjadi dosa yang perlu kita tanggung bersama karena memiliki ilmu tetaoi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kita.

Perlu adanya suatu penelitian berkelanjutan mengenai aspek biologis dan ekologis bagi Common Bird. Jika Anda mampu menjawab pertanyaan sederhana mengapa Manyar bisa terancam punah, dan sampai seberapa besar suatu populasi burung graminivora dianggap sebagai hama pertanian berarti Anda bukan salah satu pendosa itu.

Seberapa banyakkah jenis burung (Common Bird) yang ada di lingkungan Anda, sedang apakah mereka, dan dimanakah mereka bermain? Ingin tahu jawabannya? Makanya mulailah pengamatan burung saat ini juga.

(posted by dwi putranto in “Dosa Para Ornoitholog”, July 5th 2006)


Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind

    Kalender Kegiatan
    September 2010
    SenSelRabKamJumSabMin
      
     1 2 3 4 5
    6 7 8 9 10 11 12
    13 14 15 16 17 18 19
    20 21 22 23 24 25 26
    27 28 29 30  
    Sahabat Burung
    Jaringan Lingkungan
    Online

professional web hosting